Search

Tampilkan postingan dengan label Tenabang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenabang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Buah - buahan dan umbi yang dulu jadi favorite di wilayah Tanah Abang dan sekitarnya tapi sudah susah ditemukan

Kalau ingat masa kecil mungkin takkan pernah habis ceritanya, bahkan mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk mengabadikannya dalam sebuah karya tulis jika di catatkan.
Sekarang saya akan memposting buah-buahan yang dulu populer tapi sekarang sudah mulai terlupakan bahkan mulai sulit ditemukan.
Inilah Daftarnya:

1. Buah Nasi Nasi
Tanaman buah sekaligus tanaman hias. Itulah nasi-nasi Syzygium buxifolium. Sosoknya cantik dengan buah mungil berwarna putih. Buah tumbuh bergerombol di ujung tajuk. Kontras dengan daun nan hijau pekat. Saat musim berbuah tiba, warna putih menyelimuti sekujur tajuk pohon. Sehingga menciptakan pemandangan yang indah. Buah yang menyembul di tajuk itu pun mengundang burung datang membuat suasana taman kian semarak. Kehadiran burung juga menguntungkan sebagai predator alami ulat.

Buahnya pun enak dimakan. Ketika dicecap, rasa manis dan segar langsung terasa di mulut. Daging buah matang empuk mirip jambu bol. Ketika mengkal, renyah. Buah tahan lama dan tidak gampang rontok sehingga cocok untuk tabulambot. Ia tergolong berbuah cepat. Tanaman dari biji mulai belajar berbuah pada umur 4 tahun. Sedangkan bibit asal cangkok berbuah lebih cepat, umur 2 tahun.
Keistimewaan lain, bagi pebonsai nasi-nasi bisa dijadikan bakalan

Jumat, 17 Mei 2013

♥ ♥ Sya'er Fesbuk ♥ ♥

Uleh: Achmed Nazeer











ini Cerite Jaman Moderen
Teknologi maken Keren
Kance betempok beberen-beren
Fesbuk namennye yang lagi Trend

didalam Fesbuk bemacam ragam
Update diposting banyak yang Agam
ade juge yang mbuat Rengam
Berutok terus sepanjang malam


♥ ♥ Sya'er Umor ♥ ♥

Create By Achmed Nazeer















Umor betambah Tande Dewasa
semakin tue banyak yang kesah
Ninggalke Dunie ini yang Fanah
Payo betobat sebelum masok Tanah.

Jangan kiket banyak Befikir
untuk sedekah pade yang Fakir
bekal tubo di dunie yang Akhir
supaye tubo idak Lok urang Kafir
Umor tubo sape yang Tau
ade Lambat ade yang ndulu
kalu Tubo nak siap selalu
Patuhi Perintah Tuhan Yang Satu

Minggu, 18 November 2012

Asal Mula Nama Desa Tanah Abang

Asal Mula Desa Tanah Abang, Muara Enim, Sumatera Selatan Indonesia
Pada zaman dahulu di sekitar sungai Lematang terdapat sebuah desa yang kaya akan perkebunannya, akhirnya banyak menarik para pendatang dari pulau Jawa untuk datang ke daerah tersebut untuk bekerja di disana . Disana para pendatang tersebut bekerja di perkrbunan milik penduduk setempat, dan para pendatang tersebut menyebut pemilik kebun tersebut dengan nama abang/ kakak. Setelah sekian lama para pendatang tersebut bekerja disana, akhirnya ada diantara mereka pulang ke tanah Jawa dan orang di jawa bertanya ke pada mereka “Kamu Bekerja dimana?” dan mereka pun menjawab “di Tanah Abang/ Tanah Kakak”, dan lama kelamaan tempat para pekerja tersebut bekerja di sebut dengan nama Tanah Abang/ Tanah Kakak. Dan sampai saat ini daerah tersebut disebut dengan nama Tanah Abang. Demikianlah pemaparan dari saya tentang asal mula nama Tanah Abang yang saya dapat dari berbagai sumber. Mungkin ada juga yang berpendapat bahwa nama Tanah Abang itu berasal dari warna tanah di jalanan Tanah Abang sebelum terjadi pengerasan/ Pengaspalan yang berwarna merah/ abang. Mohon maaf bila terjadi kesalahan dalam penyampaian saya, bagi anda yang tahu lebuh jelas tentang asal mula nama Tanah Abang silakan di coment di post ini khususnya warga Tanah Abang dan Sekitarnya, masukan dari anda sangat bermanfaat bagi para pembaca.

Rabu, 31 Oktober 2012

Cerite Juada

Cuka kicap

Seorang guru yang baru tugas di tenabang/Tanah Abang, melihat ibung yang sedang memotong-motong juadah, karena guru tersebut terlihat penasaran ibung tersebut langsung menyodorkan sepotong untuk dicicipi, sambil menguyah penganan berwarna hitam tersebut, dia bertanya,
“terbuat dari apa kue ini ?..”
“cuka kicap !!..” sahut ibung tanpa mengindahkan pertanyaan si guru.
Setelah menghabiskan sepotong juadah dia berkomentar,
“enak sekali cuka sama kecap ini …..”

*cuka kicap = coba cicip

Mas Katek Bisa Ngilang

Mas Katek Bisa Ngilang


Asep sang jawara Banten baru datang di stasiun kereta api di Prabumulih, langsung bergegas mencari WC umum, karena pintu WC tertutup asep bertanya pada anak yang sedang nongkrong di sekitarnya.
“siapa didalam ?..” Tanya asep sok seram.
“katek!!!..” sahut anak itu sambil berlalu pergi
setelah lama menunggu, pintu WC belum terbuka juga, asep menggerutu
“kurang ajar, belum kenal saya”
akhirnya kesabaran asep habis, sambil mendobrak pintu dia berteriak,
“keluar..!!”
“hahh…, koq nggak ada orang didalam, hebat juga mas katek, punya ilmu ngilang….”

*katek/dak katek = tidak ada

Nugal

Budaya gotong royong memang sangat kental dalam masyarakat timur, salah satunya adalah dalam acara nugal, musim kemarau adalah saat musim nugal, yaitu acara menanam padi di ume(huma) talang yang dilakukan secara bergotong royong dengan cara melubangi tanah dengan alat tugal kemudian di isi dengan benih padi, dalam satu hari biasanya ada dua atau tiga ume yang di tugal, tiap anggota keluarga biasanya dibagi-bagi menyebar untuk ikut masing masing ume.
Pertama kali saya ikut nugal ketika disuruh Nyai ikut nugal ngambek ari di ume Mang Romli, sistem ngambek ari seperti arisan, dalam kasus ini Nyai sebagai peserta arisan mendapat undangan dari orang yang

Memanggil dan Mengusir Binatang dalam Bahasa Lematang


Masyarakat rambang dangku punya cara sendiri dalam memanggil dan mengusir binatang, berikut ini yang masih bisa saya ingat.

Memanggil binatang :
kambing, kendek...kendek...
bebek, irik...irik...
ayam, kerrr..kerrr...
anjing, kuyuk...kuyuk...
khusus untuk sapi biasanya punya nama sendiri sehingga dipanggil menggunakan namanya, kebanyakan sapi dipanggil si koneng, mungkin karena warna kulitnya mayoritas kuning.
Mengusir binatang :
kambing, buak!
Bebek / ayam, syioh!