Search

Kamis, 02 Mei 2013

TERANCAMNYA SUNGAI, TERANCAMNYA PERADABAN

Hal menarik dari sungai Lematang adalah DAS (Daerah Aliran Sungai) Lematang yang merupakan salah satu anak sungai Musi. Dilaporkan, hingga tahun 1970-an sungai ini masih menjadi urat nadi kehidupan penduduk. Namun karena degradasi di bidang sosial-ekonomi, penduduk harus hengkang ke Jawa untuk menjadi buruh pabrik di pinggiran Jakarta.
Padahal menurut sejarah, pada pertengahan abad ke-19, di sepanjang DAS Lematang banyak ditemukan tanaman kapas. Bahkan, menurut sumber sejarah, setengah dari produksi kapas Karesidenan Palembang dihasilkan dari daerah tersebut. Namun hal itu kini hanya tinggal cerita.
Apa yang disajikan dalam posting ini adalah gambaran, potensi sungai yang besar seringkali hilang hanya karena ketidakmengertian masyarakat mengenai arti penting keberadaan sungai. Padahal Indonesia memiliki banyak sungai yang potensial untuk menggerakkan perekonomian dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Tampaknya, pemerintah pun harus memberikan perhatian yang lebih banyak terhadap kondisi sungai di Indonesia. Regulasi pemerintah yang tepat serta dijalankan dengan konsisten, akan membantu terpeliharanya kehidupan dan peradaban di sepanjang sungai.***

Rabu, 01 Mei 2013

TABIR PERADABAN SUNGAI LEMATANG

Latar Belakang


Wilayah Sumatera Selatan terdapat sungai-sungai besar yang dapat dilayari sampai ke hulu, yaitu Sungai Musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko, Calik dan Lalan. Sungai-sungai besar ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat sejak masa lampau berdasarkan bukti-bukti arkeologis yang tersebar di daerah aliran sungai. Sungai Lematang mengalir di tengah-tengah aliran-aliran sungai yang lain. Dilihat dari posisinya secara geografis, Sungai Lematang memiliki peran penting dalam jaringan komunikasi dan transportasi sungai di Daerah Batanghari Sembilan.
Sungai Lematang berhulu di dataran tinggi Pasemah kemudian mengalir melalui Muara Enim dan bertemu dengan Sungai Enim yang berhulu di daerah Sinar Bulan, Kabupaten Lahat. Aliran Sungai Lematang terus melewati Tanah Abang dan akhirnya bermuara di Sungai Musi, yaitu sungai antiklinal di bagian hilirnya. Di daerah dataran rendah Sungai Lematang memiliki banyak kelokan (meander) dan aliran sungai berpindah-pindah. Seperti sungai-sungai lainnya di Sumatera Selatan, Sungai Lematang mengalami pendangkalan oleh endapan-endapan material dari hulu. Perpindah aliran sungai dan pendangkalan sungai ini berpengaruh terhadap keberadaan situs-situs arkeologi yang ada di sepanjang aliran sungai dan bahkan telah mengakibatkan tergerus dan hilangnya situs.

Jumat, 12 April 2013

SUKU LEMATANG

SUKU LEMATANG
Sumatera Selatan


Letak :Sumatera Selatan
Populasi :-+150.000
Bahasa :Lematang
Agama :Islam
























































































Editor:Rilo Pambudi bin Ahmad Darus






Suku Lematang tinggal di daerah Lematang yang terletak di antara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Daerah ini berbatasan dengan daerah Kikim dan Enim. Suku ini menempati wilayah di sepanjang sungai Lematang (yang termasuk sungai yang dalam dan merupakan salah satu dari aliran Batanghari Sembilan), di sekitar kota Muaraenim dan kota Prabumulih, dekat dengan kota Gelumbang. Juga di sepanjang wilayah dekat aliran sungai Rawas dekat kota Bingintelok dan Terusan. Sungai Lematang disebut juga sebagai `sungai orang kaya' karena penghasil koral terbesar di Sumatera Selatan. Daerah Lematang beberapa kecamatan, salah satunya Kecamatan Tanah Abang yang terdiri dari 16 buah desa di antaranya Desa Tanah Abang Jaya, Tanah Abang Selatan, Raja, Modong, dll. Asal usul orang Lematang dari kerajaan Majapahit, keturunan orang Banten dan Wali Sembilan. SOSIAL BUDAYA Pada umumnya orang Lematang bekerja di bidang pertanian dan perkebunan. Hasil utamanya antara lain : kopi, karet, kelapa sawit, dan tanaman keras lainnya. Mereka memiliki lahan pertanian yang luas sehingga tidak kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Tetapi di satu sisi hal itu menyebabkan kecenderungan tidak biasa bekerja keras. Dari hasil pertanian dan perkebunan serta hasil sungai (koral) menjadikan mereka berkecukupan

Kamis, 11 April 2013

Keramik Asing dari Daerah Aliran Sungai Lematang

Oleh: Sondang M. Siregar

A. Pendahuluan

Keramik berasal dari kata ceramic dalam bahasa Inggrisnya, sedangkan dalam bahasa Yunani adalah keramos yang berarti barang pecah belah atau barang yang dibuat dari tanah liat yang dibakar. Di Indonesia ada kecenderungan menggunakan istilah keramik untuk barang-barang yang diglasir terbuat dari bahan batuan (stoneware) dan porselin (porcelain), sedangkan earthenware atau pottery digunakan istilah tembikar (McKinnon,1996:1).

Keramik umumnya digunakan sebagai barang sehari-hari, benda koleksi atau sebagai hadiah dari penguasa dan barang dagangan. Keramik kuna banyak ditemukan di tepi Sungai Lematang dan sekitar kompleks percandian Bumiayu yang terbuat dari bahan tembikar, batuan dan porselen. Sebagian besar keramik ditemukan dalam kondisi fragmentaris. Adapula ditemukan utuh oleh penduduk di tebing-tebing Sungai Lematang. Keramik-keramik tersebut diperkirakan buatan lokal dan buatan luar (asing).

Senin, 19 November 2012

Surat Perjanjian Hitler dengan Iblis

Surat Perjanjian Hitler dengan Iblis


Dr. Greta Leiber dari Jerman, seorang paranormal spesialis pemburu setan menemukan sebuah surat perjanjian yang misterius namun diperkirakan otentik. 

Di bekas reruntuhan gedung yang digunakan oleh Adolf Hitler bunuh diri, Dr. Greta menemukan Surat Perjanjian yang diduga kuat merupakan Perjanjian antara Hitler dengan Setan. 

Surat perjanjian itu tertanggal 30 April 1932. Surat ini ditandatangani dengan darah dari kedua belah pihak. Di dalamnya, setan yang bernama Lucifer berjanji akan memberi kepada Hitler kekuasaan yang tak terbatas. 

Sang Fuhrer akan menjadi penguasa absolute seluruh negeri Jerman dan sebagian Eropa, sehingga akan disanjung dan dihormati jutaan orang. Meski untuk mendapatkan semua itu harus menggunakan kekuatan jahat berskala besar. Sebagai imbalannya Hitler memberikan jiwanya kepada setan 13 tahun kemudian.